Jelang Keberangkatan.

Tinggal menghitung hari bu. Aku akan meneruskan perjalanan jauh berkelana ke negeri orang. Kadang hari tiba-tiba menjadi sedemikian melelahkan bu. Barangkali aku terlalu banyak berfikir dan berdiskusi dengan diriku sendiri bagaimana aku dapat memperpendek jarak dan mempersempit ruang jika aku nantinya merindukanmu bu.

Maaf bu, malam ini aku mandeg untuk menulis apa. Barangkali saat ini aku kacau pikirannya, kurang fokus dan terlalu banyak mengumbar perasaan.Image

Namun sebenarnya bu, jelang keberangkatan, inginku ceritakan tentang ketakutan-ketakutan dan mimpi burukku di saat menjelang tengah malam, tentang kegamangan dan keraguan. Namun aku kembali teringat oleh sms-mu bu di tahun 2010 di pagi buta yang lengang.

Nak, sepatah apapun kehidupan tetaplah di jalur Tuhan. Usah risau nak, hidup akan mengajarimu untuk terus berjalan.

Percayalah bu, sms itu menjadi bekal bagi aku untuk berkelana ke negeri orang. Dan bekal lainnya ialah doamu bu yang tak pernah kehabisan cahaya dalam setiap langkahku bu. ***

Advertisements

About edelweisbasah

Sekuntum edelweisbasah menjadi sejarah kisah gundah bagi langkah-langkah penjelajah resah, atas nama patah, atas segala yang fana. Author Novel Bara Surat Terakhir Seorang Pengelana, Journalist Freelance, Penikmat kopi hitam. _____ Twitter: @edelweisbasah Instagram: @edelweisbasah Youtube: Edelweis Basah Contact: edelweisbasah_ [Line]
This entry was posted in Jejak Perjalanan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s