Pada Akhirnya Bun…

ImagePada Akhirnya Bun…

Malam jatuh, sepi menusuk-nusuk ke dalam dada. Ada perih yang tak bisa kukabarkan, Bun. Sebab kau begitu jauh.

Jendela-jendela pun sunyi.
Sunyi yang tak berkata-kata, di petak-petak suram dinding. Antara gairah, antara gelisah.
Di luar hujan memahat kaca jendela. Sesuara menembus ruang, “biarkan cinta berangkat dalam rahasia”
Adakah kau dengar itu, manisku??
Apakah sampai ke lelapmu??
Barangkali rahasia akan memperpanjang tanda yang telah menghubungkan kita dan barangkali keajaiban terjadi, ketika kita tak berharap, ketika kita tak lagi di sini.
Aku pun ingin berkemas untuk kenyataan-kenyataan.
Berberes dalam sebuah garis, di mana perasaan memilih artinya sendiri.
Dan tak bertanya: untuk apa??
Meski pun pada suatu waktu, kau tak akan datang lagi padaku.

Pada akhirnya, Bun, kita tak senantiasa bersama.
Kita akan selalu pergi, selalu pergi.

***

Advertisements

About edelweisbasah

Sekuntum edelweisbasah menjadi sejarah kisah gundah bagi langkah-langkah penjelajah resah, atas nama patah, atas segala yang fana.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s