Perih Jenderal!

Wisata Kabut Asap? Perih Jendral!

Gambar diunduh dari google

Gambar diunduh dari google

Seorang kawan memposting DP di status BBM-nya, perbandingan soal ikan Salai sebelum diasapi dan sesudah diasapi. Di bawah DP-nya yang terbagi menjadi empat kotak itu, ada juga gambar orang Riau yang masih cakep karena belum terkena asap dengan orang Riau yang sudah terkena asap, yang akhirnya seperti manusia dari Irian Jaya sana.

Memang, sudah hampir sebulan ini, masalah kabut asap yang melanda Sumatera menjadi bahan gunjingan. Ada yang serius membahas di headline koran koran, ada juga yang sekedar mempost gambar-gambar satire  soal asap ini. Tapi seperti tahun kemarin, saya khawatir saat musim hujan tiba dan memadamkan api api di rimba dan ladang ladang itu, semuanya akan lupa kembali kalau tahun depan asap akan datang lagi.

Tapi karena asap sudah menjadi tamu “rutin” di Riau, sepertinya untuk di Sumatera musim kita sudah bertambah. Musim Kemarau, Musim Hujan diantara keduanya ada Musim Asap. Itupun khusus daerah Sumatera Bagian Timur dan Kalimantan Bagian Barat.

Dan tahukah kalian, bahwa untuk anggaran dana penanggulangan asap tahun 2015 yang mencapai Rp.385 Milliar sudah disiapkan, meski sampai sekarang belum turun-turun juga. Lucunya, anggaran itu takkan turun jika status Siaga tidak dinaikkan menjadi Tanggap Darurat Kabut Asap. Jadi bukan hanya para pejabat saja yang bisa naik, masalah kabut asap pun statusnya ada naik dan turunnya.

Meme. Diunduh dari google

Meme. Diunduh dari google

Di Riau khususnya, persoalan masalah kabut asap terus bergulir di media-media local. Bayangkan saja ketika kita bangun dan nampak langit masih redup seperti masih jam 6-7 pagi namun ternyata jam sudah menunjukkan pukul 09.00 WIB, itu dikarenakan kabut asap yang makin menggila. Dan jangan bayangkan kabut asap itu seperti kabut-kabut yang seperti kita alami dan rasakan di puncak. Di sini, kabut asap tak mengenal dingin karena yang terasa mata kita tiba-tiba perih dan dada terasa sesak karena kebanyakan menghirup kabut asap.

Para pedagang masker dengan berbagai motif laku terjual. Dari yang model gambarnya Mickey Mouse sampai masker yang seperti kutang item karena memang berwarna hitam tanpa gambar, jadi persis penampung payudara meski cuma sebelah.

Tapi tahun ini bencana asap agak lebih pahit. Bukan karna lebih tebal dan kandungan racunnya yang semakin bertambah, tapi lantaran asap datang tak tahu diri dan tak tahu kapan perginya! Asap datang saat harga dollar lagi malas turun sehingga  harga makin mencekik, asap datang saat harga sawit cuma dihargai lembaran seratusan tidak sampai ribuan. Itu artinya, sebelum asap datang saja saja sebenarnya nafas sudah “sesak”. Bayangkanlah bila rasa “sesak” harga sawit, ditambah “sesak” harga dipasar becek, dan “sesak” sungguhan dari asap ini digabungkan!

Perih jendral perih…!!!

Oya pernah kalian bayangkan bagaimana susahnya orang memadamkan api di lahan yang terbakar? Jangan bayangkan seperti memadamkan rumah atau gedung, karena jauh sekali berbeda tantangannya. Apalagi di Riau, lahannya kebanyakan dari gambut. Dan gambut itu kedalamannya bisa sampai 1-2 meter. Dan itu artinya, api merayap bak hantu. Soalnya hanya asap yang terlihat, sedang bara apinya merambat bak api dalam sekam. Karena api berada di bawah permukaan tanah sampai satu dua meter. Jadi selang air bukan di semprot ke udara selayaknya memadamkan Kebakaran. Tapi di semprotkan ke tanah, berharap merembes mematikan bara.

Sekarang semua sudah seperti ikan salai. Dan anak-anak sudah sebulan lebih tak melihat dan merasakan panasnya matahari.

Perih jendral!

Cintai alam sepenuh hati agar bumi bernafas kembali.

Cintai alam sepenuh hati agar bumi bernafas kembali.

Advertisements

About edelweisbasah

Sekuntum edelweisbasah menjadi sejarah kisah gundah bagi langkah-langkah penjelajah resah, atas nama patah, atas segala yang fana.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s