Category Archives: Syair Perjalanan

Buih Luka

*musikalisasi puisi Buih luka – Syair Edelweis Basah, lagu Ganjar Noor. Berlayar ke dalam cawan-cawan sebotol vodka, berlayar ke dalam riak-riak berbuih-buih luka, ada perih kehidupan di sini. Ku bercermin pada langit kelam, Menafsir pada pecahan bintang di galaksi yang dingin. … Continue reading

Posted in Jejak Perjalanan, Potret Perjalanan, Syair Perjalanan | Leave a comment

Selamat Jalan Mas Willy

/selamat jalan Mas Willy/dengan getir kami melepasmu siang ini//Beratus kami melafal tahlil/mengantarmu nuju Allah/barangkali sampai/barangkali tak/kami tak mengerti//Tapi tahlil ini adalah rangkum sajakmu/dari kami/sebab dari kau kami jadi tahu/hidup bisa berarti karena bersedia memberi//”Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta”/begitu kau pernah bersajak/maka … Continue reading

Posted in Syair Perjalanan | Leave a comment

Kepada Kawan

Dan waktu berpisah hampir dekat/yang tinggal cuma kenangan/hidup toh punya kisahnya sendiri/kita tak bisa menerka/tapi barangkali kita bisa bersiasat/kemudian berjaga pada takdir kita masing-masing//mari mendekatlah/lebih dekat/biar kudekap kau lebih akrab/sebab/waktu berpisah hampir dekat/mari berjabat erat/kelak/kau aku akan tahu/apa yang berharga … Continue reading

Posted in Syair Perjalanan | Tagged | Leave a comment

Surat Terakhir Seorang Pendaki

: Para pendaki yang menghembuskan nafas di puncak gunung! Bunda, Bila usiaku sampai di sini izinkan daku pergi tanpa genangan airmata, Karena usia bukanlah daku yang punya tapi satu pintaku, Bunda; Taburkanlah sekuntum Edelweiss basah dengan sebuah senyum di pusaraku kepergianku bukan … Continue reading

Posted in Syair Perjalanan | Tagged | Leave a comment

Bila

Bila aku tidak pernah mencoba sesuatu Aku tidak akan pernah mendapatkan pelajaran dari sesuatu Bila aku tidak berani mengambil suatu resiko, Aku akan tetap berada di tempat di mana pengalamanku berada saat ini Bila aku mundur, Aku telah menjual segala … Continue reading

Posted in Syair Perjalanan | Leave a comment

Doa Anak-Anak Gunung

Tuhan tidak pernah menjanjikan Hari-hari berkesan dan lepas dari bahaya Namun Dia menjanjikan, bahwa di tengah-tengah keletihan Akan ada Tangan-Nya yang menopang tak berkesudahan. Tuhan tidak pernah menjanjikan Setinggi gunung yang harus aku daki A t a u… Sebanyak puncak … Continue reading

Posted in Potret Perjalanan, Syair Perjalanan | Tagged | Leave a comment

K a l o

Eh, kalo bokap gue nanya, bilang aja gue nggak ada, ya! Trus, kalo nyokap gue yang nanya, nih, bilang aja gue lagi sibuk! Nah, kalo pacar gue yang nyariin, bilang aja gue lagi ngeliput! Otreh…? Apa…?! Kalo sephia gue yang nanya? Ah, … Continue reading

Posted in Syair Perjalanan | Tagged | Leave a comment